Kenapa Advan Tidak Menggunakan Snapdragon? Ini Penjelasan dari Sisi Strategi dan Pasar

Ilustrasi perbandingan HP Advan tanpa Snapdragon dengan chipset MediaTek dan Unisoc
Ilustrasi alasan kenapa HP Advan tidak menggunakan Snapdragon dan lebih memilih chipset yang lebih terjangkau.

Pernah kepikiran, kenapa Advan tidak pakai Snapdragon, padahal banyak brand lain menjadikannya sebagai “jualan utama”?

Jawabannya sebenarnya cukup sederhana tapi sering disalahpahami. Ini bukan soal Advan “tidak mampu”, melainkan soal strategi bisnis, target pasar, dan efisiensi biaya.

Kalau Anda berharap jawaban “biar murah saja”, itu hanya sebagian kecil dari cerita.

Di artikel ini, kita akan bahas secara jujur, berbasis fakta, dan sedikit perspektif praktisi kenapa Advan memilih jalan yang berbeda.

Mengenal Posisi Advan di Industri Smartphone

Sebagai brand lokal, Advan punya positioning yang cukup jelas: menyasar pasar entry-level.

Artinya:

  • Fokus ke harga terjangkau
  • Menyasar pengguna dengan kebutuhan dasar
  • Tidak bermain di segmen flagship atau “gengsi teknologi”

Ini penting dipahami dulu. Karena dari sinilah semua keputusan termasuk pemilihan chipset berawal.

Dalam dunia komunikasi pemasaran, ini disebut sebagai strategi segmentasi yang konsisten. Dan Advan cukup disiplin di sini.

Kenapa Advan Tidak Pakai Snapdragon? Ini Jawaban Intinya

Mari kita bahas satu per satu, tanpa bumbu berlebihan.

1. Harga Chipset Snapdragon Memang Lebih Mahal

Chipset dari Qualcomm, yaitu Snapdragon, dikenal sebagai salah satu yang paling stabil dan punya reputasi kuat.

Tapi ada konsekuensi: biayanya tinggi.

Bukan cuma harga chip:

  • Ada lisensi teknologi
  • Ada biaya integrasi
  • Ada juga branding premium yang “ikut dihitung”

Snapdragon itu bukan sekadar komponen, tapi bagian dari ekosistem teknologi premium.

Kalau dipaksakan masuk ke HP murah, dampaknya jelas: harga jual naik.

Dalam praktiknya, penggunaan chipset Snapdragon di kelas entry-level bisa meningkatkan harga perangkat sekitar 20–40% dibandingkan penggunaan chipset alternatif di kelas yang sama. Bagi pasar yang sensitif terhadap harga, kenaikan ini sangat signifikan dan berpengaruh langsung pada keputusan pembelian.

2. Target Pasar Advan Sangat Sensitif Harga

Ini poin krusial yang sering diabaikan.

Mayoritas pengguna Advan adalah:

  • Pelajar
  • Pengguna pemula
  • Masyarakat dengan budget terbatas

Di segmen ini, selisih harga Rp200–500 ribu saja bisa jadi deal breaker.

Jadi ketika harus memilih:

  • Snapdragon (lebih mahal)

    vs
  • chipset lain (lebih ekonomis)

Advan cenderung memilih yang kedua.

Bukan karena tidak bisa, tapi karena tidak relevan dengan kebutuhan pasar mereka.

3. Ada Alternatif Chipset yang Lebih Ekonomis

Alih-alih Snapdragon, Advan lebih sering menggunakan chipset dari:

  • MediaTek
  • Unisoc

Kenapa?

Karena dua brand ini menawarkan:

  • Harga lebih murah
  • Konsumsi daya cukup efisien
  • Performa yang “cukup” untuk kebutuhan harian

Untuk aktivitas seperti:

  • WhatsApp
  • YouTube
  • TikTok
  • Browsing

…chipset ini sudah lebih dari cukup.

Jadi, dari sudut pandang praktis: tidak ada urgensi untuk pakai Snapdragon.

Baca juga: Kenapa Warna Baterai OPPO Jadi Biru? Ini Penjelasan yang Sering Disalahpahami Pengguna

4. Strategi Efisiensi Produksi dan Margin

Ini bagian yang jarang dibahas di artikel lain.

Dalam industri smartphone, terutama brand lokal, ada 3 hal yang harus dijaga:

  • Biaya produksi
  • Distribusi
  • Margin keuntungan

Advan tidak hanya bersaing dengan brand global, tapi juga harus:

  • Menjaga harga tetap kompetitif
  • Tetap untung (walau tipis)
  • Bertahan di pasar yang sensitif

Advan bermain di volume penjualan, bukan margin besar per unit.

Menggunakan Snapdragon bisa mengganggu keseimbangan ini.

5. Fokus pada Fungsi, Bukan Branding Chipset

Mari jujur sedikit.

Sebagian orang memilih Snapdragon karena:

  • Lebih dikenal
  • Lebih “terlihat keren”
  • Sering diasosiasikan dengan performa tinggi

Tapi bagi Advan, yang lebih penting adalah:

“Apakah HP ini bisa dipakai dengan lancar oleh target pengguna?”

Selama jawabannya “ya”, maka pilihan chipset bukan prioritas utama.

Jika dilihat dari perspektif komunikasi pemasaran, penggunaan Snapdragon sering kali bukan hanya soal performa, tetapi juga soal persepsi kualitas. Banyak brand memanfaatkan nama besar chipset sebagai simbol “kelas” di mata konsumen. Sementara itu, Advan mengambil pendekatan berbeda: mereka tidak menjual persepsi, tetapi menawarkan fungsi yang relevan dengan kebutuhan mayoritas pengguna.

Baca juga: Kenapa Charger Xiaomi Putus Nyambung? Ini Penyebab Sebenarnya + Cara Mengatasinya

Apakah HP Advan Jadi Jelek Karena Tidak Pakai Snapdragon?

Jawaban singkatnya: tidak selalu.

Ini tergantung pada ekspektasi Anda.

Dari beberapa pengujian penggunaan ringan yang pernah saya lakukan pada perangkat Advan di kelas entry-level, performanya cukup stabil untuk aktivitas dasar seperti WhatsApp, YouTube, dan browsing. Namun, mulai terasa terbatas ketika digunakan untuk multitasking berat atau membuka banyak aplikasi sekaligus dalam waktu lama.

Masih Layak Jika:

  • Digunakan untuk komunikasi sehari-hari
  • Media sosial
  • Streaming ringan
  • Kebutuhan dasar digital

Untuk use case ini, HP Advan masih sangat masuk akal.

Kurang Cocok Jika:

  • Gaming berat (PUBG, Genshin Impact)
  • Editing video intensif
  • Multitasking berat

Kalau kebutuhan Anda di sini, memang sebaiknya cari perangkat dengan chipset lebih kuat.

Baca juga: Kenapa Baterai HP Berwarna Orange? Ternyata Ini Sinyal Penting dari Sistem

Perbandingan Singkat: Snapdragon vs MediaTek vs Unisoc

AspekSnapdragonMediaTekUnisoc
PerformaStabil & konsistenVariatifCukup
HargaMahalMenengahMurah
TargetMid–FlagshipSemua segmenEntry-level
BrandingKuatCukupMinim

Kesimpulannya:

  • Snapdragon unggul di performa & reputasi
  • Tapi tidak selalu paling “worth it” untuk semua segmen

Fakta Industri yang Jarang Dibahas

Menurut laporan dari Counterpoint Research:

Produsen smartphone di segmen entry-level cenderung memilih chipset dengan efisiensi biaya terbaik, bukan performa tertinggi.

Artinya? Keputusan Advan ini bukan aneh. Justru sangat umum di industri.

Brand lain pun melakukan hal yang sama, hanya saja mungkin tidak terlalu disadari.

Insight dari Perspektif Praktisi

Dari pengalaman mengamati perilaku pengguna digital di Indonesia:

Banyak pengguna sebenarnya:

  • Tidak tahu perbedaan Snapdragon vs MediaTek
  • Tidak terlalu peduli chipset
  • Lebih fokus ke “bisa dipakai atau tidak”

Ini realita di lapangan.

Dan Advan membaca ini dengan cukup baik.

Alih-alih memaksakan spesifikasi tinggi, mereka memilih:

“Memberikan perangkat yang cukup, dengan harga yang masuk akal.”

Baca juga: Kenapa Layar HP Bisa Lepas? Ini Penyebab Sebenarnya yang Sering Diabaikan Pengguna

Jadi, Kenapa Advan Tidak Pakai Snapdragon?

Kalau dirangkum:

  • Harga Snapdragon lebih mahal
  • Target pasar Advan sensitif terhadap harga
  • Ada alternatif chipset yang lebih ekonomis
  • Fokus pada fungsi, bukan branding
  • Strategi bisnis yang realistis dan berkelanjutan

Kesimpulan

Pada akhirnya, keputusan memilih smartphone bukan hanya soal spesifikasi, tetapi soal relevansi dengan kebutuhan. Dari sudut pandang praktis dan komunikasi pasar, strategi yang dilakukan Advan justru cukup tepat untuk segmen yang mereka bidik.

Jadi, sebelum ikut tren spesifikasi tinggi, ada baiknya kita bertanya: apakah fitur tersebut benar-benar dibutuhkan, atau hanya sekadar mengikuti persepsi yang dibangun pasar?

FAQ

Apakah HP bagus harus pakai Snapdragon?

Tidak. Banyak HP dengan MediaTek juga punya performa bagus di kelasnya.

Apakah Advan akan pakai Snapdragon di masa depan?

Bisa saja, terutama jika mereka masuk ke segmen mid-range. Tapi saat ini belum jadi prioritas.

Apakah chipset Unisoc itu jelek?

Tidak. Hanya saja memang dirancang untuk kebutuhan ringan, bukan performa tinggi.

Tinggalkan komentar